| source: click here |
Di sebuah taman yang tak jauh dari pusat kota. Disitulah aku berada
sekarang. Tentunya tidak sendiri. Karena dimana aku berada selalu ada Devon
disampingku.
“Hari ini indah bukan?” tanya Devon.
“Ya, cuacanya cerah dan sedikit lembab. Ditambah lagi karena musim
semi. I love spring”
“Mengapa kau menyukai musim semi Clay?”
“Karena kita pertama kali bertemu di musim semi. Don't you remember it, Dev?”
“Aku hanya bercanda Clay” kata Devon sambil mengacak- acak
rambutku dan membuat pipiku memanas seketika.
"Dan karena musim juga aku jatuh hati padamu Dev"
"Aku pikir aku juga menyukai musim semi. Karena saat itu juga aku memiliki rasa padamu Clay"
"Dan karena musim juga aku jatuh hati padamu Dev"
"Aku pikir aku juga menyukai musim semi. Karena saat itu juga aku memiliki rasa padamu Clay"
“Tapi, Clay. Musim semi jugalah yang membuat kita...” ucapan
Devon terpotong karena bunyi handphoneku
yang berdering. Seseorang meneleponku.
“Slesai aku mengangkat telepon ini. Tolong jangan lanjutkan
apa yang tadi kamu katakan, Dev” pintaku. Aku tidak butuh jawaban Devon, karena aku tahu Devon pasti mengerti apa maksudku.
"Iya, Ray. As usual. Okay, I'll wait you" telepon pun terputus.
"Apa kata Ray? tanya Devon,
"Dia akan kesini menjemputku"
Tak ada yang diucapkan Devon. Setelah itu, hanya suara kicauan burung dan hembusan angin yang terdengar oleh pendengaranku.
Tak lama kemudian, Ray pun datang dengan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu pun berlari menghampiriku.
"Mommy, what are you doing here?" Ya, gadis kecil itu adalah putriku.
"Hanya ingin menghirup udara segar saja, sayang" kataku. Ku gandeng tangan mungilnya dan berjalan menghampiri Remi yang sedari tadi menunggu aku untuk berdiri.
"Ayo kita pulang, Clay" ucap Remi lembut sambil merangkul pundakku dan menggandeng buah hati kami.
Aku sedikit mencuri pandang pada Devon. Dan kulihat dia tersenyum dan berkata "Semoga kau bahagia, Clay" Aku pun membalas dengan senyuman tulus.
"Apa yang kau lihat, Clay?" kata Remi menyadarkanku.
"Tidak ada apa- apa Ray"
"Ada hal yang ingin aku tanyakan Clay"
"..."
"Sebenarnya apa yang kamu selalu lakukan berjam- jam di taman itu seorang diri Clay?"
"Terkadang aku butuh sendiri Ray. Tapi tenang saja, aku tidak akan seperti itu lagi. Aku janji"
Ku berikan senyuman tulus dan Ray pun membalasnya tanda mengerti.
Mulai sekarang aku akan menjemput kebahagianku, semoga kau pun menemukannya disana. Goodbye my spring love.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar