Senin, 03 Februari 2014

Lucky

  

“Ayolah Miles, satu lagu saja...” pinta Kate padaku.

“Suaraku sedang serak Kate”
 
“Tak apa, aku suka suaramu seperti itu. Jadi terdengar... seksi” ucap Kate sambil mengedipkan matanya genit yang dilanjutkan tawanya yang keras.

“Itu tak lucu Kate” ucapku pura- pura marah.

Bukannya meminta maaf, Kate malah mencubit pipiku. Apa dia pikir aku masih kecil?

“Kau lucu sekali saat berpura- pura marah seperti itu, Miles”


Aku tak suka perlakuan Kate yang seperti itu. Oke, aku akui umur Kate memang lebih tua dariku 3 tahun. Kate adalah tetanggaku sekaligus teman kecilku. Dulu, ibuku sering meminta Kate untuk menjagaku sementara waktu jika ibuku ada perlu untuk keluar rumah. Tapi, itu saat umurku masih 3 tahun. Dan saat ini aku sudah 17 tahun. Seharusnya akulah yang menjaga Kate sekarang bukan?

“Sudahlah Kate, sikapmu menyebalkan. Aku bukan anak kecil lagi. Berhenti bersikap seolah- oleh kau kakakku” bentakku.

Kulihat perubahan wajahnya yang sedikit kaget dan takut. Dan aku tahu setelah ini dia akan menangais. Seharusnya aku tahu walupun dia lebih tua dariku, tetap saja dia tak suka dibentak. Aku jadi menyesal telah membentaknya.

“Maafkan aku Kate. Aku tidak bermaksud membentakmu” kataku lirih sambil mengusap air mata yang mulai keluar dari matanya yang indah itu. Namun dia tak mengucap sepatah kata pun. Itu membuatku khawatir.

“Yaudah, sebagai permintaan maafku, aku akan menyanyikan satu lagu untukmu” 

Terlihat senyum yang sedikit tersungging di wajahnya. Aku pun memulai memetik gitarku pada intro, namun kulihat Kate memasang tampang kebingungan karena belum sadar lagu apa ini. Aku menyanyikan lagu Lucky dari Jason Mraz feat Colbie Cailat.

Do you hear me, I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying

Kate pun menyanyikan lagu ini dibagian Colbie Cailat. Dia tampak tersenyum menyanyikan lagu ini

Boy, I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

Lalu kami pun menyanyikan di bagian reff bersama.

Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you, I promise you, I will

Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

.........

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

Setelah petikan gitar berakhir, Kate pun bertepuk tangan. Tak ada tangis lagi di matanya. Mungkin ini saatnya aku berterus terang.

“Kate, perasaan aku ke kamu sama seperti lirik tadi. Yes, I’m in love with my best friend and you know you’re my best friend. Mulai sekarang, berhenti melindungiku lagi, okay?”

Tak kusangka Kate langsung memelukku. Apa itu artinya Kate mencintaiku juga?
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar