Kamis, 20 Februari 2014

keep it? or forget it?

Jadi, selama ini memang salah paham..
Seharusnya sudah lama ku sadari..
Entah tak sadar atau memang menolak untuk menyadarinya..

Memaksa sesuatu yang salah..
Tidak mau menyangkal sesuatu yang salah..
Hanya yakin pada sesautu yang diingini..
Tanpa menyadari kebenarannya..

Namun, tidak menelan kemungkinan yang belum pasti juga..
Bingung di mana letak kebenarannya
Kebanyakan speak what they think..
Tanpa memikirkan what we feel..

Yang aku tahu sikap yg kemarin2 itu salah..
Salah besar..
Melakukan hal yang tidak berguna..
Hanya menimbulkan kebencian yang semakin saja..

Anggap saja kamu benar..
Mungkin itu lebih mudah..
Lebih mudah mudah untuk menghilangkan rasa ini..
Ya, rasa yang aku pun tak tahu apa itu..

Tapi, apakah kamu tahu?
Rasa ini lumayan loh..
Lumaayan sesak, sakit..

Entah sampai kapan..
Tapi tak ingin ini berlarut- larut..
It's just waste of time YOU KNOW?

Tapi, tak semudah memulainya..
Tak secepat memulainya..

Hmm, but I have two choices..

KEEP IT or FORGET IT



Senin, 03 Februari 2014

Penyebab rasa ngantuk yang berlebihan

 
 
Hai hai hai...
Sebenernya aku termasuk orang yang ngantukan banget -__- *to the point. Apalagi kalo liburan, pagi2 tidur.. siang tidur.. malem tidur. Dih pemalasan banget kan.. Nah disini aku mau bahas tentang penyebab rasa ngantuk yang terus- menerus atau berlebihan. Cekidot^^

Rasa mengantuk adalah sesuatu hal yang wajar yang sering kita rasakan. Rasa kantuk merupakan tanda yang diberikan tubuh agar orang beristirahat, yang biasanya datang di malam hari atau saat merasa lelah. Jika Anda sudah tidur berjam-jam tapi masih terasa ngantuk, maka Anda perlu mewaspadai adanya penyakit di dalam tubuh. 

Namun kondisi tertentu dapat membuat orang selalu merasa ngantuk, bahkan di waktu kerja. Apa penyebabnya? Berikut ini beberapa penyebab kita merasa ngantuk terus menerus:

Keyakinan dalam Cinta




Dalam kehidupan ini...

Ada yang bilang bahwa perbedaan dapat menyatukan.

Ada yang bilang perbedaan itu indah.

Ada yang bilang dengan adanya perbedaan kita bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

Tapi, bagaimana jika ini sudah berurusan tentang cinta?

Okelah, untuk perbedaan karakter, usia, ras, latar belakang keluarga kita dapat menyetujui pendapat diatas.

Namun, bagaimana jika kita berbicara tentang perbedaan keyakinan?

Jika kita menyukai seseorang yang memiliki keyakinan berbeda kita, itu akan menjadi hal yang rumit. Seakan ada dinding pembatas tak kasat mata antara kamu dengan dia.

Awalnya kamu tidak pernah berpikir akan memiliki rasa padanya. Namun seiring berjalannya waktu atau karena suka makan bareng, main bareng, bercanda bareng, nyanyi bareng, belajar bareng, pulang bareng. Itu akan memunculkan rasa yang baru. Bukan rasa yang sekedar hanya untuk seorang teman.

Memang miris memiliki rasa yang seharusnya tidak pernah ada. Tapi apa mau dikata? Karena cinta pun pemberian Tuhan bukan? Namun, jangan sampai terpikir oleh kamu bahwa dengan dialah merupakan jalan yang terbaik. Karena bisa jadi perasaanmu itu hanya sebuah ujian yang diberikan Tuhan? Mungkin Tuhan ingin tahu seberapa besar cintamu padaNya dibandingkan cintamu pada dia?

Namun, bukan berarti harapan itu hilang. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Dan kamu harus percaya bahwa keputusan Tuhan itu indah. Untuk saat ini biarlah rasa cinta itu kamu simpan dalam diam. Memang cinta tak mungkin berhenti secepat saat kau jatuh untuknya. Apalagi jika banyak kenangan yang tertinggal. Namun, percayalah bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Untuk itu jagalah hatimu untuk orang yang tepat. Jangan sampai cinta merusak keyakinanmu.

Milikilah keyakinan dalam cinta. Dan ingatlah dalam sebuah keyakinan selalu ada harapan.

Semoga bermanfaat :)

Inspired by Nurvita Tressiana



Lucky

  

“Ayolah Miles, satu lagu saja...” pinta Kate padaku.

“Suaraku sedang serak Kate”
 
“Tak apa, aku suka suaramu seperti itu. Jadi terdengar... seksi” ucap Kate sambil mengedipkan matanya genit yang dilanjutkan tawanya yang keras.

“Itu tak lucu Kate” ucapku pura- pura marah.

Bukannya meminta maaf, Kate malah mencubit pipiku. Apa dia pikir aku masih kecil?

“Kau lucu sekali saat berpura- pura marah seperti itu, Miles”

Minggu, 02 Februari 2014

Smile For You


"Hi Kay, apa yang sedang kau lakukan?"

Kudengar suara di belakangku yang sudah familiar di telingaku. Dia Kenneth, tetanggaku. Sudah cukup lama kami bertetangga. Mungkin sudah 15 tahun. Cukup lama bukan?

"Hanya sedang memperhatikan langit dan beberapa orang berlalu lalang di jalanan" kataku lirih.

"Apa kau masih memikirkannya?"

"Aku tidak bisa berhenti memikirkannya Ken" ucapku menahan tangis.

Aku pun memalingkan wajahku ke arah jendela. Aku bosan terlihat cengeng di depan Ken sejak kecil. Aku ingin Ken melihatku tumbuh menjadi gadis yang kuat, Aku ingin menunjukan bahwa Kayla sekarang bukan Kayla yang dulu lagi. Tapi tetap saja selalu gagal. Ken dulu selalu menghiburku ketika aku menangis dan hingga saat ini pun seperti itu. 

Sabtu, 01 Februari 2014

Spring Love



source: click here

Di sebuah taman yang tak jauh dari pusat kota. Disitulah aku berada sekarang. Tentunya tidak sendiri. Karena dimana aku berada selalu ada Devon disampingku.

“Hari ini indah bukan?” tanya Devon.

“Ya, cuacanya cerah dan sedikit lembab. Ditambah lagi karena musim semi. I love spring

“Mengapa kau menyukai musim semi Clay?”

“Karena kita pertama kali bertemu di musim semi. Don't you remember it, Dev?” 

“Aku hanya bercanda Clay” kata Devon sambil mengacak- acak rambutku dan membuat pipiku memanas seketika.


"Dan karena musim juga aku jatuh hati padamu Dev"


"Aku pikir aku juga menyukai musim semi. Karena saat itu juga aku memiliki rasa padamu Clay"
 

“Tapi, Clay. Musim semi jugalah yang membuat kita...” ucapan Devon terpotong karena bunyi handphoneku yang berdering. Seseorang meneleponku.