Selasa, 18 Maret 2014

Resonansi Hujan

Kurasakan rintik hujan mulai turun ke tanah. Namun aku tak ingin beranjak dari tempat ini.

Yang ingin kulakukan saat ini, hanya menadahkan tanganku ke langit. Merasakan titik- titik hujan yang bersentuhan dengan telapak tanganku dengan nada tak harmoni.

Namun, nada ini menghasilkan resonansi. Aku pun tidak terlalu mengerti apa itu resonansi. Okay, what the hell about resonansi, huh?

Yang aku tahu, resonansi ini membawa aku ke dimensi waktu lain. Namun sepertinya aku salah jika menyebutkan ini dimensi waktu lain.

 Tapi, satu hal yang aku yakini. Resonansi ini membawa aku ke tempat beberapa bulan lalu. Ya, kenapa aku yakin? Karena sekarang aku dapat melihat kamu kembali.

Kembali seperti dulu.

Dulu yang mana? Aku pun lupa, jika ada dulu antara kita.

Namun aku sadar bahwa ini hanya ilusi saja. Ilusi yang dibawakan oleh resonansi hujan itu. 
Karena saat ini bukanlah dulu. Tak ada dulu, yang ada hanyalah sekarang.

Namun, walau itu hanya resonansi belaka...

Aku bahagia.

Karena sempat memiliki waktu yang indah dan berharga denganmu. Walaupun itu...dulu :)

Aku pun mencari tempat berteduh agar resonansi ini tak kurasakan dalam waktu yang lama dan berkepanjangan....
Terima kasih hujan, karena telah membawanya walau sesaat.. 

Inspired by Tika Kartika C.D.S.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar