“Reza? Look at this!” pintaku
sambil menarik lengannya dengan lembut. Aku memperlihatkan sepasang jam couple yang terpajang indah di sebuah
etalase toko aksesoris. Sudah sekitar 2 jam kami berkeliling di mall ini. Tapi
tak terlihat kelelahan di wajah Reza. Tidak seperti dulu, Reza selalu malas
jika aku memintanya untuk mengantarku belanja ke mall. Dia selalu beralasan,
aku selalu mutar- muter ga jelas di mall. Tapi, semenjak Reza kembali.
Dia berubah menjadi lebih perhatian. Ada apa dengan perilakunya sekarang? Apa
mungkin karena dia merasa bersalah karena meninggalkanku dulu? Atau adakah
alasan lain?
“Kamu mau itu Kay?” timpal Reza.
“Aku mau. Tapi aku yang beli. Sebagai kado pertemuan kita lagi. Oke?” sambil
tersenyum senang aku menghampiri toko tersebut dan membelinya. Setelah kembali
dengan sebuah kotak jam di tangan. Aku tidak menemukan Reza di tempat tadi. Kemana dia?
“Kay” panggil Reza dari belakang.
Aku pun dengan refleknya menengok ke arah suara Reza. Dan ketika itu aku
terdiam karena melihat sebuah kalung dengan ukiran huruf berinisial KRF sebagai bandulnya di depan mataku.
Dan lebih terdiamnya lagi karena Reza membentuk seulas senyum yang hangat dan
memikat. Dalam satu gerakan, kalung itu sudah tergantung di leherku.
“Kamu suka, Kay? Kok diem aja?”
ucap Reza yang membangunkan aku dari lamunan. “Hah? Oh, ini? Kalung ini cantik”
ucapku tersenyum gugup. “Kamu lebih cantik kok dari kalung ini” balasnya
bercanda. Dan itu membuat gugupku sedikit menghilang.
“Hmm, dan ini buat kamu” sambil
mengeluarkan kotak berisi jam. “Semoga kamu suka, Za” dia pun memakainya dan
melihatnya dari berbagai arah. “Not bad lah” jawab Reza sambil mencubit pipiku.
Aku pun berpura- pura memasang tampang cemberut.
“Haha... Selamat datang kembali my
peach” ucapnya sambil merentangkan tangannya dan memelukku. Aku pun balas
memeluknya lebih erat. “I’m very happy ‘cause you’re back to me my peace”
bisikku dalam pelukannya. Dia pun mengeratkan pelukannya seakan- akan tak ingin
kehilangan untuk kedua kalinya. Aku pun begitu.
“Oiya, maksudnya KRF itu apa? K nya
kan Kayla. Terus R nya itu Reza. Lah F nya apa?” tanyaku bingung.”F itu buat
nama anak kita nanti” balasnya jahil. “Hah? Anak?” setengah teriak aku berkata.
“Aku kan cuman bercanda. F itu forever Kayla. Kok sampe kaget gitu? Ga mau
punya anak dari aku?” dengan tampang jahilnya dia mencoba menggodaku. “Iiih
apaansih ngomongin anak. Nikah aja belum”ucapku gugup. “Yaudah besok aku lamar
kamu deh” jawabnya asal sambil berlalu pergi. “Eh apaan? Nikah? Maksud kamu apa
Reza” teriakku penasaran. Lalu aku menyusulnya dan menanyakan hal tersebut
berkali- kali. Tapi dia hanya menjawabnya dengan nada bercanda. Apakah benar
dia berpikir sejauh itu mengenai hubungan kami? Aku harap begitu.
to be continue..
to be continue..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar