Jumat, 27 Desember 2013

Faith, Hope, Love (2)


                                
“Reza? Look at this!” pintaku sambil menarik lengannya dengan lembut. Aku memperlihatkan sepasang jam couple yang terpajang indah di sebuah etalase toko aksesoris. Sudah sekitar 2 jam kami berkeliling di mall ini. Tapi tak terlihat kelelahan di wajah Reza. Tidak seperti dulu, Reza selalu malas jika aku memintanya untuk mengantarku belanja ke mall. Dia selalu beralasan, aku selalu mutar- muter  ga jelas di mall. Tapi, semenjak Reza kembali. Dia berubah menjadi lebih perhatian. Ada apa dengan perilakunya sekarang? Apa mungkin karena dia merasa bersalah karena meninggalkanku dulu? Atau adakah alasan lain?

 
“Kamu mau itu Kay?” timpal Reza. “Aku mau. Tapi aku yang beli. Sebagai kado pertemuan kita lagi. Oke?” sambil tersenyum senang aku menghampiri toko tersebut dan membelinya. Setelah kembali dengan sebuah kotak jam di tangan. Aku tidak menemukan Reza di tempat tadi. Kemana dia?
“Kay” panggil Reza dari belakang. Aku pun dengan refleknya menengok ke arah suara Reza. Dan ketika itu aku terdiam karena melihat sebuah kalung dengan ukiran huruf berinisial KRF sebagai bandulnya di depan mataku. Dan lebih terdiamnya lagi karena Reza membentuk seulas senyum yang hangat dan memikat. Dalam satu gerakan, kalung itu sudah tergantung di leherku.
“Kamu suka, Kay? Kok diem aja?” ucap Reza yang membangunkan aku dari lamunan. “Hah? Oh, ini? Kalung ini cantik” ucapku tersenyum gugup. “Kamu lebih cantik kok dari kalung ini” balasnya bercanda. Dan itu membuat gugupku sedikit menghilang.
“Hmm, dan ini buat kamu” sambil mengeluarkan kotak berisi jam. “Semoga kamu suka, Za” dia pun memakainya dan melihatnya dari berbagai arah. “Not bad lah” jawab Reza sambil mencubit pipiku. Aku pun berpura- pura memasang tampang cemberut.
“Haha... Selamat datang kembali my peach” ucapnya sambil merentangkan tangannya dan memelukku. Aku pun balas memeluknya lebih erat. “I’m very happy ‘cause you’re back to me my peace” bisikku dalam pelukannya. Dia pun mengeratkan pelukannya seakan- akan tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya. Aku pun begitu.
“Oiya, maksudnya KRF itu apa? K nya kan Kayla. Terus R nya itu Reza. Lah F nya apa?” tanyaku bingung.”F itu buat nama anak kita nanti” balasnya jahil. “Hah? Anak?” setengah teriak aku berkata. “Aku kan cuman bercanda. F itu forever Kayla. Kok sampe kaget gitu? Ga mau punya anak dari aku?” dengan tampang jahilnya dia mencoba menggodaku. “Iiih apaansih ngomongin anak. Nikah aja belum”ucapku gugup. “Yaudah besok aku lamar kamu deh” jawabnya asal sambil berlalu pergi. “Eh apaan? Nikah? Maksud kamu apa Reza” teriakku penasaran. Lalu aku menyusulnya dan menanyakan hal tersebut berkali- kali. Tapi dia hanya menjawabnya dengan nada bercanda. Apakah benar dia berpikir sejauh itu mengenai hubungan kami? Aku harap begitu.

to be continue..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar